Mitos tentang VOIP

5 Maret 2020

Teknologi VOIP dimulai sejak tahun 1990-an. Saat komunikasi beralih ke INTERNET. Tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi VOIP sangat dipengaruhi oleh teknologi internet. Di awal-awal perkembangannya, teknologi ini, seperti halnya bayi, sangat rentan dengan segala kekurangannya. Mulai dari suara yang terdengar jauh, suara yang delay, sampai pada suara yang putus-putus/hilang.

Namun saat ini teknologi VOIP sudah semakin berkembang dan semakin reliable. Hal ini ditandai dengan perkembangan teknologi codec yang membuat kompresi nya semakin handal. Kalau dulu diperlukan bandwith 256kbps - 512kbps untuk suara yang jelas, saat ini dengan codec terbaru dengan 64kbps saja sudah cukup untuk mendapatkan suara yang lancar.

Mari kita bongkar mitos yang ada tentang VOIP :

1. VOIP suara nya sering delay/putus-putus

Dahulu kala, saat pertama ditemukan, untuk bisa mengirimkan suara, diperlukan bandwidth yang besar. Alhasil dengan bandwidth terbatas, hasilnya pun tidak bisa optimal. Namun saat ini, dengan terus dikembangkannya teknologi codec, bandwidth yang diperlukan bisa ditekan sedemikian rupa sehingga bisa optimal.

Codec yang sering digunakan saat ini adalah g729, dengan codec ini, diperlukan tidak lebih dari 64kbps untuk dapat mengantarkan suara. Bahkan untuk keperluan mobile, dikembangkan codec iLBC (Low Bandwith Codec) yang dapat menyesuaikan kualitas suara dengan bandwith yang ada

2. VOIP sering putus

Karena VOIP tergantung pada koneksi internet, maka bila koneksi internet FULL, otomatis VOIP juga akan terganggu. Bagaimana solusinya? Manajemen bandwidth. Jadi harus ada pembagian bandwidth untuk VOIP dan di prioritaskan sedemikan rupa sehingga bila pemakaian bandwidth internet tinggi, tetap ada jatah yang cukup untuk bandwidth VOIP.

Untuk melakukan manajemen bandwidth, produk paling populer adalah MikroTik Router. Bila Anda membutuhkan konsultasi atau barang MikroTik, silahkan menghubungi kami di 0822 1545 9090 atau di sales@bakoelwireless.com

3. VOIP membutuhkan Perangkat yang MAHAL

Saat ini, IP PBX (PBX berbasis IP) maupun IP PHONE (telepon berbasis IP) sudah sangat terjangkau. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya migrasi dari Analog PABX ke IP PBX karena fitur-fitur nya yang banyak namun tidak terlalu mahal bila dibandingkan dengan Analog PABX.

Produk Yeastar merupakan salah satu produk IPPBX yang handal dan kaya fitur. Beberapa produk dapat Anda lihat di sini

Untuk IPPHONE, kami menyarankan merek Yealink IP PHONE karena selain selalu up-to-date, juga desainnya sangat bagus sehingga terlihat professional di meja kerja Anda.

4. VOIP sama saja seperti PABX ANALOG

Karena VOIP berbasis IP, maka tentu saja fiturnya jauh lebih banyak daripada PABX berbasis Analog. Salah satunya adalah fitur VOICEMAIL. Dengan IP PBX, maka VOICEMAIL disimpan dalam HARDDISK dan berbentuk file digital, sehingga sangat mudah untuk diakses.

Selain itu, dengan sistem berbasis IP, konfigurasi IP PBX juga tidak kalah mudah, karena semua berbasis web. Sangat nyaman bahkan untuk pemula sekalipun. Bagaimana dengan IPPHONE? IP PHONE berbasis IP sangat diminati karena tidak seperti Analog, IPPHONE bisa menunjukkan nomor extension yang menelpon (karena ada layar LCD nya) dan juga menunjukkan "missed-call" bila saat kita tidak di tempat, ada telepon yang masuk sehingga dapat segera ditindaklanjuti.

Demikian sedikit MITOS tentang VOIP. Semoga bisa membantu Anda untuk mendapatkan gambaran yang cukup tentang VOIP.